- Pada gambar diatas terlihat bahwa kalu saya menyorot bagian yang diberi tanda lingkaran merah nomer 2, maka yang keluar ada hoofer text berupa tulisan 'profile', dimana kalau di klik akan menuju ke halaman Profile. Strategi penggambaran menu seperti diatas memang cukup bagus dari segi efficiency, dimana halaman utama terlihat 'bersih' dari content tulisan sehingga diharapkan user tidak kebingungan dengan banyaknya content tulisan (link) di halaman awal. Tapi strategi ini sangat buruk dari learnability, dimana user sangat kesulitan untuk menemukan tas task dasar dalam hal ini menu utama.
- Pada bagian halaman yang ditunjukkan dengan lingkaran merah nomor 1, terlihat bahwa visualisasi lengkap mengenai apa saja menu utama terletak pada bagian bawah dengan tulisan yang sangat kecil. Menurut saya, bagian ini adalah bagian yang jarang diakses oleh user karena memang posisinya yang berada di paling bawah (footer). Jadi keberadaan tampilan menu ini terlihat sangat 'useless' karena user cenderung mencari di bagian atas halaman untuk melihat menu utama.


Menu Profiles mempunyai sub menu lagi yaitu Albums, Achievement dan Movies. Dari gambar diatas terdapat 2 poin yang akan saya analisis, ditunjukkan dengan tanda lingkaran merah yang diberi nomor pada halaman website tersebut.
- Pada lingkaran merah yang diberi nomor 1, saya akan menunjukkan bahwa website ini sudah mendukung konsep Where Am I. Jadi, website memberi tahu posisi user sekarang ada dimana. Pemakaian tanda untuk menunjukkan posisi user sangat menarik, tidak lagi memakai permainan warna tapi menggunakan simbol-simbol yang sangat unik. Ini tentu saja menarik dari segi pandang user.
- Untuk lingkaran merah yang diberi nomor 2, saya akan menganalis masalah tombol scroll. Menurut saya, tombol scroll yang digunakan pada halaman tersebut kurang visible bagi user, sehingga kurang nampak mempunyai fungsi seperti tombol untuk scroll yang biasa digunakan. Selain ukurannya yang kecil, pemilihan warna yang kurang mendukung, juga bentuk yang digunakan pun kurang lazim. Sehingga user tidak akan menyangka bahwa tombol itu sebenarnya adalah tombol untuk scroll.
Hal menarik yang saya maksud telah saya tandai dengan lingkaran merah di atas. Jadi, ketika saya meng-klik link yang berisi gambar pada halaman tersebut, maka akan langsung muncul gambar secara pop up. Visualisasinya seperti terlihat pada gambar diatas. Ini sangat menarik karena untuk melihat gambar tidak perlu membuka page baru. Selain hemat waktu, space yang digunakan pun menjadi lebih sedikit. Selain itu, pengkasesan website menjadi lebih praktis. (yudizious, 2010)(bersambung ke bagian 4.......)
Sekian,
-yudizious-


